telah kita diskusikan bersama dalam artikel dan komentar temen2 di portal ITS (http://its.ac.id) tentang pentingnya PEMILU, tetapi ketika rakyat sudah berminat untuk memberikan suaranya, kita dihadapkan dengan kondisi ketidaksiapan panitia PEMILU sendiri, banyak hal yang seharusnya tidak perlu terjadi, seperti surat suara yang nyasar ke DAPIL lain, permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) yang banyak merugikan pemilih, dan KPU yang terkesan terlalu kaku untuk mencoba mengadvokasi hal tersebut, sehingga usaha untuk meminimalisir golput tidak didukung oleh sistem sendiri.
Bayangkan, berapa banyak mahasiswa dan para perantau yang tidak bisa memilih karena tidak bisa pulang (alhamdulilah ane bisa pulang meskipun cuma beberapa jam saja), meskipun sudah diusahakan dengan form A5, toh surat suara tambahan untuk tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah 5% persen saja.
uniknya lagi, di TPS saya, ternyata ada sekitar 60 % kartu suara untuk DPD dinyatakan tidak sah karena tidak dicontreng.waahh…eman bgt yaa….
3 responses so far ↓
noviarini // April 14, 2009 at 1:44 am |
iya pak, saya juga mengalami kesimpangsiuran DPT ini, amat disayangkan..
mudah-mudahan ke depannya bisa diperbaiki.
Lam kenal pak
blognya saya link
ririsnovie // April 24, 2009 at 7:53 am |
iya, di tempat saya di ponorogo juga seperti itu..
tp untuk pilpres ini, pak RT (di bandung) sudah keliling untuk mendata sapa aja warga perantauan yang akan ikut pemilu di bandung..hal ini yang tidak dilakukan sebelum pileg april kemarin..
semoga kasus DPT di pilpres bs diminimalisir.
praja04 // May 18, 2009 at 11:30 am |
kasus DPT sepertinya sudah tertelan dengan skandal Antasari dan Rani..
dan akhirnya partai2 yang sedang mempermasalahkan kasus DPT seperti tidak ada gaungnya..
sekarang capres n cawapres sudah saling deklarasi.. lupa sudah deh hak asasi rakyat yang telah tercerabut oleh mekanisme demokrasi yang prematur..
tiap kali pemilu seperti itu.. gk salah kalo negeri ini ada yang menyebut sebagai negeri pelupa..